Oposisi Suriah Lancarkan Serangan Besar di 2 Pangkalan Militer Assad di Barat Laut

long

BEIRUT, LIBANON (voa-islam.com) - Pejuang oposisi Suriah hari Senin (7/10/2013) melancarkan serangan besar pada dua pangkalan militer utama rezim Bashar Al-Assad di barat laut Suriah, menewaskan 10 tentara pemerintah dalam pertempuran yang nampaknya terberat selama berbulan-bulan di daerah tersebut, kata para aktivis.

Serangan itu, yang diberi nama “Gempa” bertujuan untuk merebut Wadi Deif dan Hamidiyeh, dimana pejuang oposisi terkepung selama hampir satu tahun, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Wadi Deif, perumahan garnisun sejumlah besar senjata di provinsi Idlib, terletak dekat Hamidiyeh, kubu militer terakhir di wilayah itu yang masih berada di tangan tentara Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Roket dan mortir dari para pejuang oposisi menewaskan sedikitnya 10 tentara dan menghancurkan tiga tank, kata Observatorium, sebuah organisasi berbasis di Inggris yang mengandalkan aktivis lapangan di Suriah untuk informasinya.

Pasukan yang setia kepada Assad membombardir posisi pejuang oposisi di sekitar dua basis dengan tong-tong penuh dengan bahan peledak, tambahnya.

Para pejuang oposisi telah berulang kali mencoba untuk mengambil kendali dari dua pangkalan tersebut selama tahun lalu, tetapi belum berhasil.

Mereka yang terlibat dalam serangan hari Senin berasal dari Tentara Pembebasan Suriah, kekuatan pejuang oposisi utama yang didukung oleh pemerintah Arab dan Barat, dan Liwa Al-Umma, sebuah brigade Islam yang mencakup pejuang asal Libya, kata Observatorium.

Perang sipil Suriah sendiri telah menarik para pemuda dari seluruh dunia baik di dalam maupun luar Arab ikut terjun di dalam konflik yang semakin hari berubah menjadi semakin sekterian antara mayoritas Sunni Suriah yang tertindas melawan pemerintahan minoritas Syi’ah Alawit namun menguasai pemerintahan di Suriah.

Perang yang diawali dengan protes damai warga menetang beberapa dekade kekuasaan keluarga Assad pada tahun 2011, yang kemudian dihadapi dengan kejam dan brutal oleh rezim Damaskus,  hingga kini telah menewaskan lebih dari 110.000 orang. (st/tds)

Al-Shabaab Tahan Pangusaha Terkait Serangan Gagal Pasukan Khusus AS di Baware

gg

BAWARE, SOMALIA (voa-islam.com) – Kelompok pejuang Islam Somalia, Al-Shabaab menahan seorang pengusaha yang diduga terkait dengan serangan gagal yang diluncurkan pasukan komando AS pada Sabtu pekan lalu di kota Baware provinsi dataran rendah Shabelle, Shabelle Media melaporkan (9/10/2013).

Orang yang ditahan tersebut bernama Kasim Gandeele yang memiliki kafe internet di kota Barawe dan dia dikirim ke penjara oleh Al-Shabab menyusul serangan fajar di Barawe oleh pasukan khusus AS dari laut yang bertujuan untuk menangkap seorang komandan tinggi Al-Shabaab yang tinggal disalah satu rumah di wilayah itu.

Sumber terpercaya menyatakan kepada Shabelle Media Network bahwa Al-Shabab menuduh pengusaha itu memiliki hubungan langsung dengan pasukan khusus yang menyerang kota pesisir Barawe dan mengetahui serangan itu.

Kelompok afiliasi Al-Qaidah di Somalia, Al-Shabaab belum berkomentar menyusul penahanan pengusaha tersebut, sementara Kasim sendiri tidak bisa dihubungi telepon gengamnya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Pemerintah AS telah mengatakan bahwa target serangan adalah Abdul Kadir, dikenal dengan alias “Ikrima” yang disalahkan AS menjadi otak dibalik serangan di pusat perbelanjaan kelas atas Kenya bulan lalu yang merenggut 67 nyawa.

Serangan gagal pasukan khusus AS di kota Baware terjadi sekitar pukul 2 pagi waktu setempat hari Sabtu (5/10/2013) dimana pasukan khusus AS datang dari pantai dengan perahu dan helikopter dan menggerebek sebuah rumah yang diduga dihuni oleh salah seorang komandan senior Al-Shabaab.

Juru bicara Al-Shabaab, Syaikh Abdulaziz Abu Musab mengatakan bahwa mujahidin berhasil menghalau dan menggagalkan serangan itu setelah pertempuran selama satu jam.

Serangan itu adalah yang kedua dimana para pemimpin senior Al-Shabaab menjadi tamenjadi target dari pasukan khusus AS. Sebelumnya ditahun 2009, pasukan khusus AS juga menyerbu kota Baware dan membunuh pemimpin Al-Shabaab dan Al-Qaidah Salah Nabhan. (an/sn)

 

sumber : http://www.voa-islam.com/news/international-jihad/2013/10/11/27145/alshabaab-tahan-pangusaha-terkait-serangan-gagal-pasukan-khusus-as-di-baware/

KELOMPOK MATEMATIKA EKONOMI 2012

Berikut ini kami sampaikan Group/ kelompok  kelas Natematika Ekonomi semester Gasal Tahun 2012/2013. Bagi mahasiswa yang belum mendapatkan kelompok atau Group harap menghubungi Dosen Mata Kuliah.

GROUP MATEMATIKA EKONOMI 2012

PERUBAHAN JADWAL KULIAH

Dengan ini disampaikan kepada mahasiswa semester 2  Fakultas Ekonomi Universitas Narotama Bahwa Jadwal Mata Kuliah Statistik Bisnis pindah dari hari Senin ke hari Rabu jam ke I

STATISTIK NON PARAMETRIK

Statistik terbagi menjadi dua bagian yaitu statistik deskriptif dan statistik Inferensia/ Induktif. Inferensia/ Induktif terbagi menjadi du bagian yaitu Statistik Parametri dan statistik nonparametrik. Pada bahasan ini kita akan membahas tentang statistik nonparametrik.
Statistik NONPARAMETRIK adalah analisis yang tidak menggunakan parameter-parameter dan tidak mensyaratkan data harus berdistribusi normal. Pada analisis statistik parametrik menggunakan parameter-parameter seperti mean, deviasi standar, variansi.
Statistik NONPARAMETRIK digunakan untuk menganalisis data yang bersekala nominal dan ordinal dari populasi yang bebas distribusi (tidak harus berdistribusi normal)
Jenis data yang dipergunakan untuk statistik non parametrik adalah data yang bersifat ordinal dan nominal

Berikutnya, ada dua topik yang akan dibahas dalam statistik nonparametrik yaitu uji Chi Square, dan Korelasi Rank Spearman.

Selengkapnya silahkan download link di bawah ini

TM 8 dan 9 statistik bisnis

UTS STATISTIK BISNIS

Soal UTS MK statistik Bisnis dapat di download dari link di bawah ini
Soal Ujian UTS Statistik Bisnis

KOEFISIEN REGRESI LINIER BERGANDA

Koefisien Regresi adalah suatu yang penting dalam Analisa Regresi. koefisien regresi berfungsi untuk membentuk persamaan  model regresi pada suatu masalah yang diteliti.

Koefien regresi dihitung dengan persamaan-persamaan tertentu dan sebaiknya menggunakan tabel pembantu untuk memudahkan perhitungan persamaannya. Pada prinsipnya ada dua cara untuk menghitung koefisien regresi yaitu dengan cara perhitungan matematic biasa atau dengan menggunakan software statistik (SPSS), tetapi kedua metode tersebut harus mengasilkan nilai yang sama atau setidaknya nilai yang mendekati sama.

Berikut ini adal contoh perhitungan dengan dua metode tersebut dan menghasilkan nilai yang relatif   sama . Klik Link dibawah untuk melihat contoh perhitungannya.

KOEFISIEN DAN MODEL PERSAMAAN REGRESI LINIER BERGANDA

Semoga bermanfaat

Mengitung Uji F Regresi Linier Berganda

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Derajat kepercayaan yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai F hasil perhitungan lebih besar daripada nilai F menurut tabel maka hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Cara menghitung Fhitung adalah dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

MENGHITUNG UJI F

Tahapan perhitungan Fhitung adalah pertama  menghitung koefisien persamaan Regresi, setelah itu dapat menghitung nilai Fhitung.

Semoga Bermanfaat

Regresi Linier Berganda

Regresi linear merupakan suatu metode analisis statistik yang mempelajari pola hubungan antara dua atau lebih variabel. Pada kenyataan sehari-hari sering dijumpai sebuah kejadian dipengaruhi oleh lebih dari satu variabel, oleh karenanya dikembangkanlah analisis regresi linier berganda dengan model :
Y = ao +a1 X1+a2X2+ ……..+anXn
Adanya metode analisis regresi ini sangat menguntungkan bagi banyak pihak, baik di bidang sains, sosial, industri maupun bisnis. Salah satu pemanfaatan analisis regresi adalah pada dunia bisnis atau yang
berkaitan dengan aktifitas pemasaran. Kotler (1997) mengatakan bahwa ada 4 bauran pemasaran yang dapat mempengaruhi besarnya tingkat penjualan, yaitu : product, prize, promotion dan place. Promosi dalam hal ini disebutkan sebagai salah satu faktor penentu, namun dalam dunia sehari-hari aktifitas promosi sangat bervariasi, mulai dari dirrect mail, iklan, pemberian komisi dan sebagainya. Dengan melakukan analisis regresi, sebuah perusahaan (Q) yang bergerak di bidang jasa layanan pemeriksaan laboratorium ingin menganalisis apakah aktifitas promosi yang dilakukan selama ini mempunyai dampak signifikan terhadap penjualan dan aktifitas yang mana yang perlu mendapat perhatian lebih agar tingkat penjualan menjadi maksimal.

 

PEMBAHASAN REGRESI LINIER BERGANDA

Uji t

Uji t adalah untuk menguji apakah rata-rata suapu sample berbeda secara signifikan dengan suatu nilai atau dengan rata-rata populasi yang lainnya. salah satu uji t adalah uji t satu sampel. dalam uji t ini maka ada satu sampel data yang diuji dengan suatu nilai yang telah ditetapkan. Nilai t dibandingkan dengan t tabel. jika t hitung lebih besar dari t tabel maka dapat disimpulkan bahwa hipotesa ha yang diterima dan Ho ditolak. Mahasiswa diminta menghitung bilai t dari data yang telah dibagikan dan hasilnya dibandingkan dengan nilai t tabel untuk diambil kesimpulannya. Soal dan jawaban latihan uji t satu sample

TM 01-STATISTIK BISNIS

Tatap muka ke satu statistik bisnis menguraikan tentang pengertian statistik , sehingga Mhs memahami peranan Statistika dalam ilmu ekono-mi , Mhs mampu menyajikan data dalam bentuk tabel dan gambar

 

 

UAS

Diinformasikan Kepada Mahasiswa kelas C Fakultas Ekonomi Universitas Narotama, bahwa jadwal UAS mata kuliah Matematika Ekonomi dilaksanakan tanggal 25 Pebruari 2012. Soal Ujian dapat diUpload pada link di bawah ini:

Jawaban ujian di upload via comment  pada blog ini, dan print out dikumpulkan hari Sabtu jam  14.00 s/d 15.00 WIB, untuk jawaban yang mengandung gambar yang tdk dapat tampil via comment,  ditambah dengan kirim ke email : agus_sukoco24@yahoo.co.id


UJIAN AKHIR SEMESTER peb 2012

Catatan :

Bagi mahasiswa yang belum memiliki blog mahasiswa harap mendaftar di TU Fakultas Ekonomi

 

PRESENTASI TUGAS KELOMPOK

Dalam rangka meningkatkan partispasi mahasiswa untuk aktif dalam proses belajar dan mengajar maka dalam perkuliahan mata kuliah Matematika Ekonomi, Universitas Narotama, telah dibentuk kelompok diskusi dengan mengambil topik pada materi perkuliahan. Setelah itu mahasiswa di beri kesempatan untuk mempresentasikan apa yang dihasilkan dari Kelompok-Diskusinya masing2.

Berdasarkan  hasil evaluasi, model kelompok diskusi dan presentasi dapat memberikan peningkatan partsipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran, yaitu mahasiswa telah melakukan persiapan sebelum waktuperkuliahan, terjadi interaksi positif atar mahasiswa yaitu menciptakan komuniakasi Take and Give, yaitu mahasiswa saling memberikan inputan, sehingga menambah pemahaman mahasiswa terhadap materi dan  kompetensi materi.

Presentasi Kelompok 1, Fungsi dan Grafik Fungsi

Presentasi Kelompok 2, fungsi dan Grafik fungsi

Presentasi KELOMPOK 3 -diferesial

Tugas Kelompok 3 -Diferensial

Presentasi Kelompok 5, diferensial

Presentation Kelompok 6, Integral

Presentasi Kelompok 7, itegral

Presentasi Kelompok 8, Integral

Kepada Kelompok yang belum mengirimkan hasil presentasinya, harap segera dikirim, selambat-lambatnya hari sabtu tgl 25 peb 2012

PRESENTASI KELOMPOK 9, matrik

 

Mengapa Ilmu Ekonomi Membutuhkan Statistika?

Untuk mengetahui alasan dibutuhkannya statistika di bidang ekonomi, kami akan memberikan gambaran yang berkaitan dengan pertanyaan, dapatkah statistika menjawab berbagai persoalan yang menyangkut fungsi manajemen seperti:
1. Soal menzproduksi sejunzlah produk tertentu sesuai dengan rencana bidang pemasaran sebagai langkab awal untuk mengenalkannya di pasar.
2. Bila jumlah dana untuk produksi terbatas, produk mana yang akan diproduksi terlebih dahulu seandainya ada 2 atau 3 macam produk yang sama pentingnya.
3. Mengambil keputusan dalam sistem kerja yang akan memberi basil lebib efisien.
4. Mengetahui berbagai variabel yang terkait dengan kuantitas permintaan suatu produk.

Dari situ akan ditunjukkan pentingnya peran statistika, yakni:
Pertanyaan pertama berkaitan dengan departemen pemasaran suatu perusahaan. Agar suatu produk berhasil di pasar, perusahaan umumnya akan menerapkan strategi yang berorientasi pada konsumen. Karena itu perlu dilakukan survei pasar untuk mengetahui selera konsumen dan besarnya kebutuhan pasar. Informasi yang diharapkan dapat diperoleh dalam bentuk data kualitatif maupun kuantitatif (jenis data akan di- babas dalam Bab 2). Untuk mengetahui selera pasar secara lengkap, seharusnya digali informasi dari populasi sasaran (bila diperlukan dapat dilakukan segmentasi kalau tujuan perusahaan hanya pada segmen pasar tertentu).

Penggalian informasi dari populasi sasaran membawa konsekuensi pada biaya, waktu, dan tenaga yang tersedia. Mengingat waktu, biaya, dan tenaga departemen pemasaran terbatas, maka perlu dipertimbangkan pentingnya sampel yang representatif. Dengan begitu, pengambilan sebagian anggota populasi bersangkutan sudah memberikan informasi yang mewakili keseluruhan anggota populasi sasaran. Kebutuhan tersebut dapat dijawab oleh statistika karena tersedia cara pengumpulan data dengan menggunakan metode pengambilan sampel. Dengan teknik yang tepat dalam metode pengambilan sampel ini, tidak perlu semua anggota populasi diobservasi. Data yang diperoleh sudah mewakili seluruh individu, sehingga dapat menekan biaya, waktu, dan tenaga penelitian. Dari sampel yang diperoleh dapat diketahui jenis produk apa yang disukai dalam kaitannya dengan bentuk, warna, bau, fungsi, kekuatan pesaing, besarnya pasar perusahaan, dan lain-lain. Berdasarkan analisis SWOT kemudian dapat ditentukan jenis produk, besarnya sampel produk yang akan dibuat dan dipasarkan perdana, dikaitkan dengan kekhasan produk, kemampuan distribusi, promosi, dan sebagainya.

Untuk menjawab pertanyaan kedua tentang prioritas pembuatan produk, dapat diperhitungkan analisis untung rugi dari produk-produk tersebut (setelah metnpertimbangkan kendala faktor produksi, harga jual produk, biaya pembuatan, dan lain-lain), kemudian dilakukan analisis ragam (ANOVA) secara statistika. Dari sini dapat ditentukan produk mana yang dapat diproduksi dan mana yang tidak.

Untuk menjawab pertanyaan ketiga, dapat dilakukan percobaan pendahuluan. Dari hasil yang diperoleh, dilakukan pengujian rata-rata nilai dua populasi (bila digunakan dua sistem kerja) atau analisis ragam (bila ingin diketahui efisiensi kerja beberapa sistem kerja sekaligus).

Analisis regresi berganda dapat dimanfaatkan untuk menjawab per-tanyaan keempat. Berdasarkan bentuk hubungan yang diperoleh, dapat diketahui variabel apa saja yang berpengaruh nyata terhadap kuantitas permintaan akan suatu produk. Disamping itu dapat juga diperkirakan besarnya pengaruh variabel tertentu sepanjang asumsi yang disyaratkan dapat dipenuhi.

Selain mampu menjawab kebutuhan di atas, statistika juga akan sangat membantu bidang ekonomi dan bisnis dalam berbagai hal seperti:
– Di Bidang Produksi untuk penetapan standar kualitas, pengawasan
terhadap efisiensi kerja, uji metode/produk haul, dan lain-lain.
– Di Bidang Akuntansi untuk penyesuaian yang berhubungan dengan harga, hubungan antara biaya dan volume produksi, dan lain-lain.
– Di Bidang Pemasaran untuk penyelidikan terhadap preferensi kon-sumen, penaksiran potensi pasar bagi produk baru, penetapan harga, penelitian efektivitas iklan, mengetahui efektivitas segmentasi, menaksir permintaan pasar terhadap produk yang dihasilkan perusahaan pada waktu tertentu, dan lain-lain.
– Bagi manajemen dalam merumuskan kebijakan perusahaan, membantu menentukan hubungan sebab akibat antara berbagai hal, dan mempermudah pemahaman terhadap masalah yang dihadapi.

 

 

 

sumber: http://www.artikelekonomi.net/2011/mengapa-ilmu-ekonomi-membutuhkan-statistika/

‘Continuous Improvement’ Jadi Tonggak Inovasi Organisasi

Berbicara soal inovasi dalam organisasi, tidak hanya diukur dalam strategi tim tetapi juga inovasi individual. Banyak pihak yang mengklaim bahwa organisasi yang inovatif bermula dari konsep yang flat dan sederhana. Namun pada dasarnya, strategi inovasi bukan dinilai dari ‘bentuk’ melainkan kinerja yang berkelanjutan (continuous improvement).

Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Program MM Executive Sekolah Bisnis Bina Nusantara (Binus), Tubagus Hanafi Soeriaatmadja. Untuk melakukan hal tersebut, ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, menetapkan winning strategy. Ada contoh bagus yang terjadi di PAMA Persada Nusantara, sebuah bagian dari Astra Group of Companies yang bergerak di bidang Integrated Mining Services pada tambang batu bara.

“Perusahaan ini mengedepankan inovasi sebagai strategi pertumbuhannya sehingga mampu tumbuh hampir 200 kali lipat dalam waktu kurang dari 20 tahun. Strategi inovasi jarang diambil oleh sebuah perusahaan jasa pertambangan di dunia ini,” ujar Hanafi.

Kedua, senantiasa menetapkan target KPI ((Key Performance Indicator) yang selalu lebih tinggi di banding sebelumnya sehingga bisa menghasilkan produk/jasa yang lebih baik di banding sebelumnya (better features, cheaper/faster, better services). Di PAMA, menurut Hanafi, KPI perusahaan sangat jelas dan terukur. Bahkan inovasi individual dan team pun diukur untuk memastikan inovasi berkelanjutan. “Banyak orang berkata bahwa untuk menyiapkan organisasi yang inovatif, bentuknya harus flat dan sederhana. Namun kuncinya bukan di bentuk melainkan bagaimana mengukur kinerja.”

Ketiga, KPI berfokus pada pengembangan produk, proses, SDM dan teknologi. Untuk menjaga agar pertumbuhan bisa berkelanjutan maka diperlukan penelitian. Standard & Poor menunjukkan bahwa perusahaan yang tidak melakukan inovasi yang terus menerus akan keluar dari bisnis dalam waktu 20 tahun. “Anda masih ingat perusahaan komputer WANG atau DIGITAL? Mereka adalah raja bisnis komputer di tahun 1980an. Sayangnya mereka gagal meraih momentum.”

Menurut Hanafi, kegagalan itu berasal dari ‘kemalasan’ perusahaan mengembangkan produk. Saat itu, perusahaan memiliki inovasi yang abik namun malah selanjutnya fokus pada management excellence (mengeksploitasi produk) dan kurang fokus pada blue ocean innovation (mengeksploitasi produk baru. “Pada akhirnya, mereka tidak melihat peluang untuk personal computer dan ketinggalan dari para pesaing,” kata Hanafi menyayangkan.

Menurut Hanafi, suatu perusahaan harus mampu memilah INNOVATION (Inovasi dengan huruf besar) dan innovation (inovasi dengan huruf kecil) secara seimbang. INNOVATION adalah fokus pada penciptaan produk dan pasar baru, sedangkan innovation adalah fokus pada continuous improvement terhadap produk-produk yang sudah ada. “Namun, jangan berat sebelah ke INNOVATION saja atau innovation saja.”(Acha)

 

 

sumber: http://swa.co.id/business-strategy/continuous-improvement-jadi-tonggak-inovasi-organisasi

Kunci Temukan Rekanan Bisnis Ideal

Dalam dunia usaha kecil, seringkali ada permintaan umum: menemukan rekan bisnis yang ideal. Biasanya ini berakar dari kebutuhan untuk “menyingkirkan” peran atau tugas yang kita kerjakan. Seperti marketing, keuangan atau sales.

Saya menyadarinya saat memulai usaha dimana saya merasa putus asa menemukan rekan yang menguasai marketing dan sales dengan lebih baik dibandingkan saya. Saya merasa yakin jika saya bisa melepaskan dari pundak saya dan fokus pada dengan menjadi pelatih yang hebat maka bisnis saya akan berkembang pesat! Ya..empat tahun kemudian, saya tidak pernah menemukan rekan tersebut tapi saya menemukan cara untuk mengembangkan bisnis.

Saya menyadari nilai rekanan marketing.

Rekanan marketing adalah pengusaha lain yang bersedia melakukan lintas pasar produk dan jasa Anda pada prospek dan klien.

Tidak semua orang menjadi “calon rekan yang ideal.” Terkadang Anda harus memperjelas dengan siapa Anda ingin bermain sehingga Anda tidak perlu terlalu banyak pilihan. Jadi saya akan membagi 7 Kunci untuk menemukan rekanan yang ideal.

  • Mindset Rekanan. Apakah orang tersebut memiliki kriteria yang dibutuhkan sebagai seorang rekanan? Tidak semua orang bisa. Faktanya, beberapa orang menjadi rekan yang buruk karena mereka terlalu mandiri atau mereka tidak suka bermain dengan orang lain. Penting untuk memahami mengapa seseorang mengejar rekanan tersebut. Apakah mereka menginginkan penjualan yang cepat atau mereka sangat ingin bergabung dengan Anda dalam bisnis jangka panjang?
  • Penyelarasan Nilai. Dengan mengetahui 3 nilai teratas, maka bisa membantu Anda memperjelas apa yang dibutuhkan untuk jangka panjang. Jika nilai inti seseorang adalah kemandirian dan yang lainnya adalah kolaborasi, mungkin pendekatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan akan berat. Ini sangat dibutuhkan jika Anda bekerja sama dalam menyelesaikan proyek.
  • Berbagi visi. Apakah Anda berbagi hasrat untuk keluaran yang dihasilkan? Apakah Anda berdua melihat keluaran yang sama? Atau apakah seseorang ingin melepaskan peluang mereka dan yang lainnya ingin memiliki kerja sama dalam jangka panjang. Apakah Anda pernah bertemu pasangan suami-istri dimana yang satu ingin anak sedang yang satunya tidak? Akhirnya mereka berpisah. Berbagi visi untuk keluaran yang dihasilkan penting untuk menjaga keselarasan dalam hubungan.
  • Gaya kerja yang kompatibel. Ini sangat penting. Apakah Anda berdua memimpikan bekerja dengan jam yang lama dan berat untuk mencapai tujuan? Apakah orang tersebut memiliki anak yang lebih membutuhkan perhatian mereka? Apakah Anda berdua bersedia melakukan apapun untuk menyelesaikan pekerjaan?
  • Kekuatan yang saling melengkapi. Jika Anda berdua suka melalui hal yang sama dan tidak ada satupun yang mau mengerjakan pekerjaan lain, maka Anda akan bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Akankah Anda melimpahkan ke pihak lain? Pastikan Anda berdua memiliki kualifikasi untuk melakukan peran Anda – atau yang lain yang bisa menyebabkan tekanan dan kekecewaan.
  • Saat Anda meluangkan waktu untuk menggali minat terbaik Anda akan menjadikan bahan kerjasama yang baik, saya mendorong Anda untuk meluangkan waktu untuk menggali jika rekan pengusaha Anda akan menjadi ” rekan” yang baik. Tidak ada yang lebih buruk dibandingkan saat ditengah-tengah proyek Anda menyadari tidak suka berbisnis dengan orang tersebut.
  • Saat Anda menggali kunci diatas dan siap untuk melangkah, pastikan untuk menetapkan perjanjian (saya sarankan memiliki kontrak). Jika Anda mengikuti langkah-langkah di Metode Tujuan yang tidak bisa terhentikan, Anda akan menyadari bahwa Anda memiliki dasar yang kuat untuk menciptakan sukses bersama “yang tidak tertahankan.”
  • Organization design akan ideal jika dapat menjawab tantangan bisnis dari organisasi tersebut. Artinya, sebelum Anda dan team membuat organization design, Anda harus mengerti betul mengenai business model organisasi Anda. Jika Anda berada di fungsi HR dalam organisasi, akan sangat ideal jika Anda terlibat sebagai business partner dalam membuat business model tersebut.

    Contohnya, jika Anda berasal dari manufacturing industry, maka secara sederhana organization design akan terdiri dari Marketing, Procurement, Production, Finance, Logistics (Raw dan Finished Goods), Transportation, HR, dan IT. (fn/pm/phr) www.suaramedia.com

    STRATEGI PEMBELAJARAN

    http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/strategi-pembelajaran/

    Strategi Pembelajaran

    Posted on 12 Januari 2008

    Oleh : Akhmad Sudrajat

    Dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Kompetensi, E. Mulyasa (2003) mengetengahkan lima strategi pembelajaran yang dianggap sesuai dengan tuntutan Kurikukum Berbasis Kompetensi; yaitu : (1) Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning); (2) Bermain Peran (Role Playing); (3) Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning); (4) Belajar Tuntas (Mastery Learning); dan (5) Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction). Sementara itu, Gulo (2005) memandang pentingnya strategi pembelajaran inkuiri (inquiry).
    Di bawah ini akan diuraikan secara singkat dari masing-masing strategi pembelajaran tersebut.
    1. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning)
    Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) atau biasa disingkat CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.
    Dalam pembelajaran kontekstual, tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik, dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar.
    Dengan mengutip pemikiran Zahorik, E. Mulyasa (2003) mengemukakan lima elemen yang harus diperhatikan dalam pembelajaran kontekstual, yaitu :
    1. Pembelajaran harus memperhatikan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh peserta didik
    2. Pembelajaran dimulai dari keseluruhan (global) menuju bagian-bagiannya secara khusus (dari umum ke khusus)
    3. Pembelajaran harus ditekankan pada pemahaman, dengan cara: (a) menyusun konsep sementara; (b) melakukan sharing untuk memperoleh masukan dan tanggapan dari orang lain; dan (c) merevisi dan mengembangkan konsep.
    4. Pembelajaran ditekankan pada upaya mempraktekan secara langsung apa-apa yang dipelajari.
    5. Adanya refleksi terhadap strategi pembelajaran dan pengembangan pengetahuan yang dipelajari.
    2. Bermain Peran (Role Playing)
    Bermain peran merupakan salah satu model pembelajaran yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia (interpersonal relationship), terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik.
    Pengalaman belajar yang diperoleh dari metode ini meliputi, kemampuan kerjasama, komunikatif, dan menginterprestasikan suatu kejadian
    Melalui bermain peran, peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan-hubungan antarmanusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama para peserta didik dapat mengeksplorasi parasaan-perasaan, sikap-sikap, nilai-nilai, dan berbagai strategi pemecahan masalah.
    Dengan mengutip dari Shaftel dan Shaftel, E. Mulyasa (2003) mengemukakan tahapan pembelajaran bermain peran meliputi : (1) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik; (2) memilih peran; (3) menyusun tahap-tahap peran; (4) menyiapkan pengamat; (5) menyiapkan pengamat; (6) tahap pemeranan; (7) diskusi dan evaluasi tahap diskusi dan evaluasi tahap I ; (8) pemeranan ulang; dan (9) diskusi dan evaluasi tahap II; dan (10) membagi pengalaman dan pengambilan keputusan.
    3. Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning)
    Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Dengan meminjam pemikiran Knowles, (E.Mulyasa,2003) menyebutkan indikator pembelajaran partsipatif, yaitu : (1) adanya keterlibatan emosional dan mental peserta didik; (2) adanya kesediaan peserta didik untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan; (3) dalam kegiatan belajar terdapat hal yang menguntungkan peserta didik.
    Pengembangan pembelajaran partisipatif dilakukan dengan prosedur berikut:
    1. Menciptakan suasana yang mendorong peserta didik siap belajar.
    2. Membantu peserta didik menyusun kelompok, agar siap belajar dan membelajarkan
    3. Membantu peserta didik untuk mendiagnosis dan menemukan kebutuhan belajarnya.
    4. Membantu peserta didik menyusun tujuan belajar.
    5. Membantu peserta didik merancang pola-pola pengalaman belajar.
    6. Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.
    7. Membantu peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap proses dan hasil belajar.
    4. Belajar Tuntas (Mastery Learning)
    Belajar tuntas berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta didik mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari. Agar semua peserta didik memperoleh hasil belajar secara maksimal, pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistematis. Kesistematisan akan tercermin dari strategi pembelajaran yang dilaksanakan, terutama dalam mengorganisir tujuan dan bahan belajar, melaksanakan evaluasi dan memberikan bimbingan terhadap peserta didik yang gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan pembelajaran harus diorganisir secara spesifik untuk memudahkan pengecekan hasil belajar, bahan perlu dijabarkan menjadi satuan-satuan belajar tertentu,dan penguasaan bahan yang lengkap untuk semua tujuan setiap satuan belajar dituntut dari para peserta didik sebelum proses belajar melangkah pada tahap berikutnya. Evaluasi yang dilaksanakan setelah para peserta didik menyelesaikan suatu kegiatan belajar tertentu merupakan dasar untuk memperoleh balikan (feedback). Tujuan utama evaluasi adalah memperoleh informasi tentang pencapaian tujuan dan penguasaan bahan oleh peserta didik. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan dimana dan dalam hal apa para peserta didik perlu memperoleh bimbingan dalam mencapai tujuan, sehinga seluruh peserta didik dapat mencapai tujuan ,dan menguasai bahan belajar secara maksimal (belajar tuntas).
    Strategi belajar tuntas dapat dibedakan dari pengajaran non belajar tuntas dalam hal berikut : (1) pelaksanaan tes secara teratur untuk memperoleh balikan terhadap bahan yang diajarkan sebagai alat untuk mendiagnosa kemajuan (diagnostic progress test); (2) peserta didik baru dapat melangkah pada pelajaran berikutnya setelah ia benar-benar menguasai bahan pelajaran sebelumnya sesuai dengan patokan yang ditentukan; dan (3) pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik yang gagal mencapai taraf penguasaan penuh, melalui pengajaran remedial (pengajaran korektif).
    Strategi belajar tuntas dikembangkan oleh Bloom, meliputi tiga bagian, yaitu: (1) mengidentifikasi pra-kondisi; (2) mengembangkan prosedur operasional dan hasil belajar; dan (3c) implementasi dalam pembelajaran klasikal dengan memberikan “bumbu” untuk menyesuaikan dengan kemampuan individual, yang meliputi : (1) corrective technique yaitu semacam pengajaran remedial, yang dilakukan memberikan pengajaran terhadap tujuan yang gagal dicapai peserta didik, dengan prosedur dan metode yang berbeda dari sebelumnya; dan (2) memberikan tambahan waktu kepada peserta didik yang membutuhkan (sebelum menguasai bahan secara tuntas).
    Di samping implementasi dalam pembelajaran secara klasikal, belajar tuntas banyak diimplementasikan dalam pembelajaran individual. Sistem belajar tuntas mencapai hasil yang optimal ketika ditunjang oleh sejumlah media, baik hardware maupun software, termasuk penggunaan komputer (internet) untuk mengefektifkan proses belajar.
    5. Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction)
    Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan tertentu yang disusun secara sistematis, operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaannya untuk para guru.
    Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik sebagai berikut:
    1. Setiap modul harus memberikan informasi dan petunjuk pelaksanaan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan oleh peserta didik, bagaimana melakukan, dan sumber belajar apa yang harus digunakan.
    2. Modul meripakan pembelajaran individual, sehingga mengupayakan untuk melibatkan sebanyak mungkin karakteristik peserta didik. Dalam setiap modul harus : (1) memungkinkan peserta didik mengalami kemajuan belajar sesuai dengan kemampuannya; (2) memungkinkan peserta didik mengukur kemajuan belajar yang telah diperoleh; dan (3) memfokuskan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang spesifik dan dapat diukur.
    3. Pengalaman belajar dalam modul disediakan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran seefektif dan seefisien mungkin, serta memungkinkan peserta didik untuk melakukan pembelajaran secara aktif, tidak sekedar membaca dan mendengar tapi lebih dari itu, modul memberikan kesempatan untuk bermain peran (role playing), simulasi dan berdiskusi.
    4. Materi pembelajaran disajikan secara logis dan sistematis, sehingga peserta didik dapat menngetahui kapan dia memulai dan mengakhiri suatu modul, serta tidak menimbulkan pertanyaaan mengenai apa yang harus dilakukan atau dipelajari.
    5. Setiap modul memiliki mekanisme untuk mengukur pencapaian tujuan belajar peserta didik, terutama untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik dalam mencapai ketuntasan belajar.
    Pada umumnya pembelajaran dengan sistem modul akan melibatkan beberapa komponen, diantaranya : (1) lembar kegiatan peserta didik; (2) lembar kerja; (3) kunci lembar kerja; (4) lembar soal; (5) lembar jawaban dan (6) kunci jawaban.
    Komponen-komponen tersebut dikemas dalam format modul, sebagai beriku:
    1. Pendahuluan; yang berisi deskripsi umum, seperti materi yang disajikan, pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan dicapai setelah belajar, termasuk kemampuan awal yang harus dimiliki untuk mempelajari modul tersebut.
    2. Tujuan Pembelajaran; berisi tujuan pembelajaran khusus yang harus dicapai peserta didik, setelah mempelajari modul. Dalam bagian ini dimuat pula tujuan terminal dan tujuan akhir, serta kondisi untuk mencapai tujuan.
    3. Tes Awal; yang digunakan untuk menetapkan posisi peserta didik dan mengetahui kemampuan awalnya, untuk menentukan darimana ia harus memulai belajar, dan apakah perlu untuk mempelajari atau tidak modul tersebut.
    4. Pengalaman Belajar; yang berisi rincian materi untuk setiap tujuan pembelajaran khusus, diikuti dengan penilaian formatif sebagai balikan bagi peserta didik tentang tujuan belajar yang dicapainya.
    5. Sumber Belajar; berisi tentang sumber-sumber belajar yang dapat ditelusuri dan digunakan oleh peserta didik.
    6. Tes Akhir; instrumen yang digunakan dalam tes akhir sama dengan yang digunakan pada tes awal, hanya lebih difokuskan pada tujuan terminal setiap modul
    Tugas utama guru dalam pembelajaran sistem modul adalah mengorganisasikan dan mengatur proses belajar, antara lain : (1) menyiapkan situasi pembelajaran yang kondusif; (2) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami isi modul atau pelaksanaan tugas; (3) melaksanakan penelitian terhadap setiap peserta didik.
    6. Pembelajaran Inkuiri
    Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
    Joyce (Gulo, 2005) mengemukakan kondisi- kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa, yaitu: (1) aspek sosial di dalam kelas dan suasana bebas-terbuka dan permisif yang mengundang siswa berdiskusi; (2) berfokus pada hipotesis yang perlu diuji kebenarannya; dan (3) penggunaan fakta sebagai evidensi dan di dalam proses pembelajaran dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta, sebagaimana lazimnya dalam pengujian hipotesis,
    Proses inkuiri dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
    1. Merumuskan masalah; kemampuan yang dituntut adalah : (a) kesadaran terhadap masalah; (b) melihat pentingnya masalah dan (c) merumuskan masalah.
    2. Mengembangkan hipotesis; kemampuan yang dituntut dalam mengembangkan hipotesis ini adalah : (a) menguji dan menggolongkan data yang dapat diperoleh; (b) melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis; dan merumuskan hipotesis.
    3. Menguji jawaban tentatif; kemampuan yang dituntut adalah : (a) merakit peristiwa, terdiri dari : mengidentifikasi peristiwa yang dibutuhkan, mengumpulkan data, dan mengevaluasi data; (b) menyusun data, terdiri dari : mentranslasikan data, menginterpretasikan data dan mengkasifikasikan data.; (c) analisis data, terdiri dari : melihat hubungan, mencatat persamaan dan perbedaan, dan mengidentifikasikan trend, sekuensi, dan keteraturan.
    4. Menarik kesimpulan; kemampuan yang dituntut adalah: (a) mencari pola dan makna hubungan; dan (b) merumuskan kesimpulan
    5. Menerapkan kesimpulan dan generalisasi
    Guru dalam mengembangkan sikap inkuiri di kelas mempunyai peranan sebagai konselor, konsultan, teman yang kritis dan fasilitator. Ia harus dapat membimbing dan merefleksikan pengalaman kelompok, serta memberi kemudahan bagi kerja kelompok.
    Sumber :
    Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia
    E. Mulyasa.2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep; Karakteristik dan Implementasi. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.
    _________. 2004. Implementasi Kurikulum 2004; Panduan Pembelajaran KBK. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.
    Udin S. Winataputra, dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka
    W. Gulo. 2005. Strategi Belajar Mengajar Jakarta :. Grasindo.

    KELOMPOK ME KELAS C 2012

    DAFTAR kELOMPOK DAN TUGAS UNTUK MAHASISWA KELAS C TAHUN 2012

    KerjaTim dalam kelompok atau dalam satu jamaah adalah hal yang penting, baik dalam bidang kehidupan sosial ataupun dalam menjalankan bisnis. Kalau ada orang yang pintar, cerdas dan keunggulan lainnya , tetapi tidak mampu bekerja tim  dalam kehidupannya maka akan sangat berbeda nilainya dengan orang yang punya keunggulan sama dan mampu bekerja dan berkoordinasi dalam tim/ kelompok.

    Dalam rangka menumbuhkan etos Kerja Tim  dan meningkatkan kreativitas dan partisipasi mahasiswa  ke kelas maka dibentuk kelompok  yang ana setiap kelompok mendapat tugas untuk membuat makalah dan mempresentasikan makalah tersebut di kelas.  Dengan demikian diharapkan  mahasiswa lebih mempersiapkan diri sebelum mengikuti perkuliahan baik bagi tim yang presentasi ataupun bagi tim yang memberikan komentar atas kelompok yang lainnya.

    Berikut adalah daftar Kelompok dan Isi Tugas pada masing masing kelompok. (lihat detaik klik link berikut)

    TUGAS KELOMPOK ME kELAS C 2012

     

    ttd

    dosen

    UAS SMT GASAL 2011/2012

    Petunjuk:

    Untuk menjawab soal di bawah ini silahkan anda menjawab melalui Comment yang ada di Blog Ini.

    Jawaban Sudah di UpLoad  selambat-lambatnya pada hari Senin Tgl 2 Januari 2012 pukul 16.30 WIB

     

    Soal :

    1. Diketahui sebuah perusahaan mempunyai fungsi biaya total dan fungsi permintaan adalah sebagai berikut:
    Fungsi biaya total :
    TC = 5Q2 + 500Q + (10.000 + dua digit NIM terakhir)
    Fungsi Permintaan :
    P = (500 + dua digit NIM terakhir) – 4Q
    Berdasarkan dua fungsi – fungsi tersebut hitunglah :
    (NIM Gasal soal “a”, NIM Genap soal “b”)
    a. Carilah fungsi marginal cost , fungsi biaya rata-rata dan hitunglah jumlah produk agar biaya rata-rata minimum dan jumlah biaya biaya rata-rata minimum tersebut!
    b. Carilah fungsi penerimaan total , dan jumlah produk agar penerimaan total dan nilai penerimaan total tersebut!
    2. Sebuah perusahaan pakaian jadi mempunyai fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut:
    Fungsi Permintaan : P = -2X2 -4X + (40+dua digit NIM terakhir)
    Fungsi Penawaran : P = (20+dua digit NIM terakhir) + 2X
    Hitunglah surplus konsumen dan Produsen pada saat market equilibrium?
    3. Sistem Persamaan Linier (SPL) dapat diselesaikan dengan dua metode yaitu metode aljabar (substitusi dan eliminasi) dan metode Matrik, berikanlah contoh untuk SPL dengan dua variabel dan buktikan bahwa kedua metode tersebut menghasilkan jawaban yang sama dan Buatkanlah contoh  penyelesaian SPL untuk tiga variabel dengan menggunakan operasi ROM (Row Operation Matrix)  dengan metode CRAMER dan SARRUS?
    4. Matematika sangat berkaitan dengan dunia bisnis, berikanlah uraian dan contoh pemanfaatan konsep matematika dalam bisnis riil yang berada di perusahaan disekitar anda.

    Selamat mengerjakan

    KALKULUS INTEGRAL

    ntegral adalah kebalikan dari proses diferensiasi. Integral ditemukan menyusul ditemukannya masalah dalam diferensiasi di mana matematikawan harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang berkebalikan dengan solusi diferensiasi. Lambang integral adalah \int\,

    Integral terbagi dua yaitu integral tak tentu dan integral tertentu. Bedanya adalah integral tertentu memiliki batas atas dan batas bawah. Integral tertentu biasanya dipakai untuk mencari volume benda putar dan luas.